Rabu, 14 Januari 2015

Sumber Daya Manusia Kesehatan



PEMBAHASAN

Sumber Daya Manusia Kesehatan

SDM atau tenaga kesehatan adalah semua orang yang bekerja secara aktif dan profesional di bidang kesehatan, berpendidikan formal kesehatan atau tidak, yang untuk jenis tertentu memerlukan upaya kesehatan. SDM atau tenaga kesehatan berperan sebagai perencana, penggerak dan sekaligus pelaksana pembangunan kesehatan sehingga tanpa tersedianya tenaga dalam jumlah dan jenis yang sesuai, maka pembangunan kesehatan tidak akan dapat berjalan secara optimal. SDM Kesehatan juga merupakan tenaga kesehatan profesi termasuk tenaga kesehatan strategis dan tenaga kesehatan non profesi serta tenaga pendukung/penunjang kesehatan yang terlibat dan bekerja serta mengabdikan dirinya seperti dalam upaya dan manajemen kesehatan.
Kebijakan tentang pendayagunaan tenaga kesehatan sangat dipengaruhi oleh kebijakan kebijakan sektor lain, seperti kebijakan sektor pendidikan, kebijakan sektor ketenagakerjaan, sektor keuangan dan peraturan kepegawaian. Kebijakan sektor kesehatan yang berpengaruh terhadap pendayagunaan tenaga kesehatan antara lain kebijakan tentang arah dan strategi pembangunan kesehatan, kebijakan tentang pelayanan kesehatan, kebijakan tentang pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan dan kebijakan tentang pembiayaan kesehatan.
Selain dari pada itu, beberapa faktor makro yang berpengaruh terhadap pendayagunaan tenaga kesehatan yaitu desentralisasi, globalisasi, menguatnya komersialisasi pelayanan kesehatan, teknologi kesehatan dan informasi. SDM dalam kesehatan mempunyai berbagai keahlian sesuai dengan profesi masing-masing seperti dokter, perawat, bidan, tenaga kesehatan masyarakat, fisioterapis, apoteker, analis farmasi dan sebagainya yang mempunyai pendidikan atau keahlian khusus untuk melakukan pekerjaan tertentu yang berhubungan dengan jiwa dan fisik manusia, serta lingkungannya.

Perkembangan dan Hambatan Situasi SDM Kesehatan

Secara terperinci dapat digambarkan perkembangan dan hambatan situasi sumber daya kesehatan sebagai berikut :
1.       Ketenagaan

     Tenaga kesehatan merupakan bagian terpenting didalam peningkatan pelayanan kesehatan, peningkatan kualitas harus menjadi prioritas utama mengingat tenaga kesehatan saat ini belum sepenuhnya berpendidikan D-III serta S-1 sedangkan yang berpendidikan SPK serta sederajat minim terhadap pelatihan tehnis, hal ini juga berkaitan dengan globalisasi dunia dan persaingan terhadap kualitas ketenagaan harus menjadi pemicu.
2.             Pembiayaan Kesehatan

     Pembiayaan terhadap pelayanan kesehatan menjadi salah satu faktor utama didalam peningkatan pelayanan kesehatan, baik untuk belanja modal maupun belanja barang. Di dalam upaya peningkatan pembiayaan terhadap sektor kesehatan dianggarkan melalui dana APBN, APBD Provinsi dan Kabupaten, serta sumber lainnya.
3.        Sarana Kesehatan Dasar

     Komponen lain di dalam sumber daya kesehatan yang paling penting adalah ketersedian sarana kesehatan yang cukup secara jumlah/kuantitas dan kualitas bangunan yang menggambarkan unit sarana pelayanan kesehatan yang bermutu baik bangunan utama, pendukung dan sanitasi kesehatan lingkungan. Pembangunan sarana kesehatan harus dilengkapi dengan peralatan medis, peralatan nonmedis, peralatan laboratorium beserta reagensia, alat pengolah data kesehatan, peralatan komunikasi, kendaraan roda empat dan kendaraan roda dua ( sdmrumahsakit.blogspot.com, 2011 ).

D.      Tatanan SDM dalam Kesehatan
Dalam SKN ( Sistem Kesehatan Nasional ) terdapat subsistem SDM Kesehatan yang merupakan tatanan yang menghimpun bentuk dan cara penyelenggaraan upaya pengembangan dan pemberdayaan SDM Kesehatan, yang meliputi upaya perencanaan, pengadaan, pendayagunaan, serta pembinaan dan pengawasan SDM Kesehatan untuk mendukung penyelenggaraan pembangunan kesehatan guna mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.


  •   Jadi tatanan SDM dalam kesehatan antara lain :
  1.  Upaya Perencanaan SDM Kesehatan

Penyusunan rencana kebutuhan SDM Kesehatan dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan SDM Kesehatan yang diutamakan, baik dalam upaya kesehatan primer maupun upaya kesehatan sekunder serta tersier. Perencanaan SDM Kesehatan yang meliputi jenis, jumlah dan kualifikasinya dilakukan dengan meningkatkan dan memantapkan keterkaitannya dengan unsur lainnya dalam manajemen pengembangan dan pemberdayaan SDM Kesehatan dengan memperhatikan tujuan pembangunan kesehatan dan kecenderungan permasalahan kesehatan di masa depan. Perencanaan SDM Kesehatan dilakukan dengan mendasarkan pada fakta ( berbasis bukti ) melalui peningkatan sistem informasi SDM Kesehatan.

    2.      Upaya Pengadaan SDM Kesehatan

Upaya pengadaan SDM Kesehatan adalah dengan melaksanakan pendidikan dan pelatihan SDM Kesehatan. Standar pendidikan tenaga kesehatan dan pelatihan SDM Kesehatan mengacu kepada standar pelayanan dan standar kompetensi SDM Kesehatan dan perlu didukung oleh etika profesi SDM Kesehatan tersebut. Pemerintah dengan melibatkan organisasi profesi dan masyarakat menetapkan standar kompetensi dan standar pendidikan yang berlaku secara nasional. Pemerintah bertanggungjawab mengatur pendirian institusi pendidikan dan pembukaan program pendidikan tenaga kesehatan yang dibutuhkan dalam pembangunan kesehatan. Pendirian institusi pendidikan dan pembukaan program pendidikan ditekankan untuk menghasilkan lulusan tenaga kesehatan yang bermutu dan dapat bersaing secara global dengan memperhatikan keseimbangan antara kebutuhan, dinamika pasar baik di dalam maupun di luar negeri, dan kemampuan produksi tenaga kesehatan dengan yang sudah ada.
Pemerintah dengan melibatkan organisasi profesi membentuk badan regulator profesi yang bertugas menyusun berbagai peraturan persyaratan, menentukan kompetensi umum, prosedur penetapan kompetensi khusus tenaga kesehatan, serta menentukan sertifikasi institusi pendidikan dan pelatihan profesi. Kompetensi tenaga kesehatan harus setara dengan kompetensi tenaga kesehatan di dunia internasional, sehingga registrasi tenaga kesehatan lulusan dalam negeri dapat diakui di dunia internasional. Penyelenggaraan pendidikan tenaga kesehatan harus memenuhi akreditasi sesuai dengan peraturan perundangan. Institusi/fasilitas pelayanan kesehatan yang terakreditasi wajib mendukung penyelenggaraan pendidikan tenaga kesehatan. Penyelenggaraan pendidikan tenaga kesehatan harus responsif gender yang berorientasi kepada kepentingan peserta didik.

   3.   Upaya Pendayagunaan SDM Kesehatan

Pemerintah Pusat bekerjasama dengan Pemerintah Daerah melakukan upaya penempatan tenaga kesehatan yang ditujukan untuk mencapai pemerataan yang berkeadilan dalam pembangunan kesehatan. Dalam rangka penempatan tenaga kesehatan untuk kepentingan pelayanan publik dan pemerataan, pemerintah melakukan berbagai pengaturan untuk memberikan imbalan material atau non material kepada tenaga kesehatan untuk bekerja di bidang tugas atau daerah yang tidak diminati, seperti daerah terpencil, daerah tertinggal, daerah perbatasan, pulau-pulau terluar dan terdepan, serta daerah bencana dan rawan konflik Pemerintah, baik Pusat maupun Daerah dan Swasta melakukan rekrutmen dan penempatan tenaga kesehatan dan tenaga pendukung kesehatan yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan pembangunan kesehatan dan atau menjalankan tugas dan fungsi institusinya.  Pemerintah Daerah bersama UPT-nya dan masyarakat melakukan rekrutmen dan penempatan tenaga penunjang ( tenaga masyarakat ) yang diperlukan untuk mendukung UKBM sesuai dengan kebutuhan pembangunan kesehatan. Pemerintah dan swasta mengembangkan dan menerapkan pola karir tenaga kesehatan yang dilakukan secara transparan, terbuka dan lintas institusi melalui jenjang jabatan struktural dan jabatan fungsional. Pemerintah bersama organisasi profesi dan swasta mengupayakan penyelenggaraan pendidikan berkelanjutan dalam rangka peningkatan karir dan profesionalisme tenaga kesehatan.
Pendayagunaan tenaga kesehatan untuk keperluan luar negeri diatur oleh lembaga pemerintah dalam rangka menjamin keseimbangan antara kemampuan pengadaan tenaga kesehatan di Indonesia dan kebutuhan tenaga kesehatan Indonesia di luar negeri serta melindungi hak-hak dan hak asasi manusia tenaga kesehatan Indonesia di luar negeri. Pendayagunaan tenaga kesehatan warga negara asing hanya dilakukan pada tingkat konsultan pada bidang tertentu, dalam rangka alih teknologi dan ditetapkan melalui persyaratan sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Dalam rangka mengantisipasi globalisasi perlu dilakukan pengaturan agar masuknya SDM Kesehatan warga negara asing dengan teknologi, modal dan pengalaman yang mereka punyai tidak merugikan SDM Kesehatan Indonesia.
Tenaga kesehatan Warga Negara Indonesia lulusan institusi luar negeri yang telah memperoleh pengakuan dari Departemen yang bertanggung-jawab atas pendidikan nasional, mempunyai hak dan kewajiban yang sama dengan tenaga kesehatan lulusan dalam negeri.

      4.   Upaya Pembinaan dan Pengawasan SDM Kesehatan

Pembinaan penyelenggaraan pengembangan dan pemberdayaan SDM Kesehatan di berbagai tingkatan dan atau organisasi memerlukan komitmen yang kuat dari pemerintah dan dukungan peraturan perundang-undangan mengenai pengembangan dan pemberdayaan SDM Kesehatan tersebut. Pembinaan dan pengawasan praktik profesi bagi tenaga kesehatan profesi dilakukan melalui sertifikasi, registrasi, uji kompetensi dan pemberian lisensi bagi tenaga kesehatan yang memenuhi syarat.
Sertifikasi tenaga kesehatan dalam bentuk ijazah dan sertifikat kompetensi diberikan Departemen Kesehatan setelah melalui uji kompetensi yang dilaksanakan organisasi profesi terkait.Registrasi tenaga kesehatan untuk dapat melakukan praktik profesi di seluruh wilayah Indonesia diberikan oleh Departemen Kesehatan, yang dalam pelaksanaannya dapat dilimpahkan kepada Pemerintah Daerah Provinsi. Perizinan/lisensi tenaga kesehatan profesi untuk melakukan praktik dalam rangka memperoleh penghasilan secara mandiri dari profesinya diberikan oleh instansi kesehatan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota setelah mendapatkan rekomendasi dari organisasi profesi terkait .
Pembinaan dan pengawasan SDM Kesehatan dilakukan melalui sistem karier, penggajian, dan insentif untuk hidup layak sesuai dengan tata nilai di masyarakat dan beban tugasnya agar dapat bekerja secara profesional. Pengawasan SDM Kesehatan dilakukan untuk mencegah terjadinya pelanggaran disiplin melalui pengawasan melekat dan pengawasan profesi. Dalam hal terjadi pelanggaran disiplin oleh tenaga kesehatan maupun tenaga pendukung/penunjang kesehatan yang bekerja dalam bidang kesehatan dan menyebabkan kerugian pada pihak lain, maka sanksi administrasi maupun pidana harus dilakukan dalam rangka melindungi masyarakat maupun tenaga yang bersangkutan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.


Prinsip subsistem SDM Kesehatan antara lain :

  1. 1.        Adil dan Merata serta Demokratis

Pemenuhan ketersediaan SDM Kesehatan ke seluruh wilayah Indonesia harus berdasarkan pemerataan dan keadilan sesuai dengan potensi dan kebutuhan pembangunan kesehatan serta dilaksanakan secara demokratis, tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai budaya dan kemajemukan bangsa.


  1. 2.        Kompeten dan Berintegritas

Pengadaan SDM Kesehatan melalui pendidikan dan pelatihan yang sesuai standar pelayanan dan standar kompetensi serta menghasilkan SDM yang menguasai iptek, profesional, beriman, bertaqwa, mandiri, bertanggungjawab dan berdaya saing tinggi.


  1. 3.        Objektif dan Transparan

Pembinaan dan pengawasan serta pendayagunaan ( termasuk pengembangan karir ) SDM Kesehatan dilakukan secara objektif dan transparan berdasarkan prestasi kerja dan disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan kesehatan .


  1. 4.        Hierarki dalam SDM Kesehatan

Pengembangan dan pemberdayan SDM Kesehatan dalam mendukung pembangunan kesehatan perlu memperhatikan adanya susunan hierarki SDM Kesehatan yang ditetapkan berdasarkan jenis dan tingkat tanggung-jawab, kompetensi, serta keterampilan masing-masing SDM Kesehatan.
Tujuan umum subsistem SDM Kesehatan adalah untuk tersedianya SDM Kesehatan yang mencukupi, terdistribusi secara adil dan termanfaatkan secara berdaya-guna dan berhasil-guna, untuk menjamin terselenggaranya pembangunan kesehatan guna meningkatkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.

Tujuan SDM Kesehatan, secara khusus antara lain untuk menghasilkan sumber daya manusia kesehatan yang memiliki kompetensi sebagai berikut :
1.        Mampu mengembangkan dan memutakhirkan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang promosi kesehatan dengan cara menguasai dan memahami pendekatan, metode dan kaidah ilmiahnya disertai dengan ketrampilan penerapannya di dalam pengembangan dan pengelolaan SDM Kesehatan.
2.        Mampu mengidentifikasi dan merumuskan pemecahan masalah pengembangan dan pengelolaan SDM Kesehatan melalui kegiatan penelitian.
3.        Mengembangkan/meningkatkan kinerja profesionalnya yang ditunjukkan dengan ketajaman analisis permasalahan kesehatan, merumuskan dan melakukan advokasi program dan kebijakan kesehatan dalam rangka pengembangan dan pengelolaan SDM Kesehatan.

Unsur-unsur subsistem SDM Kesehatan antara lain :
1.        Sumber Daya Manusia Kesehatan ( SDM Kesehatan )
Sumber daya manusia Kesehatan, baik tenaga kesehatan maupun tenaga pendukung/penunjang kesehatan, mempunyai hak untuk memenuhi kebutuhan dasarnya (hak asasi) dan sebagai makhluk sosial, dan wajib memiliki kompetensi untuk mengabdikan dirinya di bidang kesehatan, serta mempunyai etika, berakhlak luhur dan berdedikasi tinggi dalam melakukan tugasnya .

2.        Sumber Daya Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan
Sumber daya pengembangan dan pemberdayaan SDM Kesehatan adalah sumber daya pendidikan tenaga kesehatan dan pelatihan SDM Kesehatan, yang meliputi berbagai standar kompetensi, modul dan kurikulum serta metode pendidikan dan latihan, sumber daya manusia pendidikan dan pelatihan, serta institusi/fasilitas pendidikan dan pelatihan yang menyediakan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. Dalam sumber daya ini juga termasuk sumber daya manusia, dana, cara atau metode, serta peralatan dan perlengkapan untuk melakukan perencanaan, pendayagunaan, serta pembinaan dan pengawasan SDM Kesehatan.

3.        Penyelenggaraan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan
Penyelenggaraan pengembangan dan pemberdayaan SDM Kesehatan meliputi upaya perencanaan, pengadaan, pendayagunaan, serta pembinaan dan pengawasan SDM Kesehatan. Perencanaan SDM Kesehatan adalah upaya penetapan jenis, jumlah, kualifikasi dan distribusi tenaga kesehatan sesuai dengan kebutuhan pembangunan kesehatan. Pengadaan SDM Kesehatan adalah upaya yang meliputi pendidikan tenaga kesehatan dan pelatihan SDM Kesehatan untuk memenuhi kebutuhan pembangunan kesehatan. Pendayagunaan SDM Kesehatan adalah upaya pemerataan dan pemanfaatan serta pengembangan SDM Kesehatan. Pembinaan dan pengawasan SDM Kesehatan adalah upaya untuk mengarahkan, memberikan dukungan, serta mengawasi pengembangan dan pemberdayaan SDM Kesehatan.

Kesimpulan

Kesimpulan-kesimpulan yang dapat diambil dari makalah ini antara lain :

  1.  Sumber Daya Manusia ( SDM ) adalah potensi yang terkandung dalam diri manusia untuk mewujudkan perannya sebagai makhluk sosial yang adaptif dan transformatif yang mampu mengelola dirinya sendiri serta seluruh potensi yang terkandung di alam menuju tercapainya kesejahteraan kehidupan dalam tatanan yang seimbang dan berkelanjutan..
     2.    SDM Kesehatan merupakan tenaga kesehatan profesi termasuk tenaga kesehatan strategis dan   tenaga kesehatan non profesi serta tenaga pendukung/penunjang kesehatan yang terlibat dan bekerja serta mengabdikan dirinya seperti dalam upaya dan manajemen kesehatan.

    3.   Secara terperinci dapat digambarkan perkembangan dan hambatan situasi sumber daya kesehatan sebagai berikut ketenagaan, pembiayaan kesehatan dan sarana kesehatan dasar.

    4.       Tatanan SDM dalam kesehatan antara lain upaya perencanaan SDM Kesehatan, upaya pengadaan SDM Kesehatan, upaya pendayagunaan SDM Kesehatan, upaya pembinaan dan pengawasan SDM Kesehatan.

    5.  Prinsip subsistem SDM Kesehatan antara lain adil dan merata serta demokratis, kompeten dan berintegritas, objektif dan transparan serta hierarki dalam SDM Kesehatan.




Senin, 10 November 2014

"MOTIVASI"

Pengertian Motivasi 

Motivasi adalah suatu sugesti atau dorongan yang muncul karena diberikan oleh seseorang kepada orang lain atau dari diri sendiri, dorongan tersebut bermaksud agar orang tersebut menjadi orang yang lebih baik dari yang sebelumnya. Motivasi juga bisa diartikan sebagai sebuah alasan yang mendasari sebuah perbuatan yang dilakukan oleh seseorang.

Berikut inilah beberapa Pengertian Motivasi:

1. Motivasi adalah kerakteristik psikologis manusia yang memberi kontribusi pada tingkat komitmen pada seseorang.
2. Motivasi adalah proses kesediaan melakukan usaha tingkat tinggi untuk mencapai sasaran tertentu yang bisa memuaskan kebutuhan.

                               Langkah-Langkah dalam Motivasi dilingkungan Kerja

Tujuan tanpa motivasi, tidak akan menghasilkan apa-apa selain mimpi yang tak terwujud. Dalam pekerjaan misalnya, Anda harus bisa memotivasi diri sendiri untuk lebih maju dalam karier dan menempati posisi kerja yang lebih baik. Pertanyaannya, bagaimana mengembangkan motivasi diri di lingkungan kerja?

Dibawah ini merupakan 5 langkah-langkah untuk mengembangkan motivasi diri dilingkungan kerja.
1. Tentukan Tujuan Anda
Jika Anda sedang mencari cara untuk mendapatkan motivasi akan sesuatu, Anda harus mempersempit tujuan dan mengatur jangka waktu yang realistis untuk mencapainya. Apabila memiliki beberapa daftar tentang hal-hal yang ingin dilakukan, cobalah untuk mengerjakannya satu persatu agar Anda bisa menjadi lebih fokus dan bersemangat untuk mencapai tujuan.

2. Dapatkan Inspirasi
Apabila Anda ingin naik jabatan di kantor, maka cobalah untuk terus meningkatkan kinerja kerja dan selalu bertanya kepada senior mengenai segala hal tentang pekerjaan yang belum dipahami. Jadi sebaiknya teruslah berpikir tentang tujuan karir dan bagaimana cara meraihnya, sehingga Anda bisa lebih termotivasi dan bersemangat untuk lebih maju.

3. Dapatkan Dukungan dari Orang Sekitar
Mendapatkan dukungan dari orang yang disayang baik itu keluarga, teman terdekat, maupun suami atau kekasih, merupakan hal yang sangat penting. Mintalah bantuan mereka untuk membantu Anda tetap di jalur yang tepat dan sesuai dengan tujuan. Jadi biarkanlah mereka mengetahui apa tujuan akhir Anda. Jika tujuan yang ingin dicapai oleh mereka sama dengan Anda, tak ada salahnya untuk sama-sama saling memotivasi.

4. Membuat Komitmen
Ini adalah langkah yang sama dengan mendapatkan dukungan, namun langkah ini memerlukan komitmen dengan diri sendiri. Buatlah janji pada diri Anda, karena tak ada orang yang mau mengecewakan dirinya sendiri sehingga Anda bisa menepatinya.

5. Mulai dari Langkah Kecil
Saat sedang mencari cara untuk mendapatkan motivasi, ingatlah bahwa Anda dapat berhasil jika mendekati tujuan yang ingin dicapai dengan mengambil setiap langkahnya mulai dari yang kecil. Misalnya Anda ingin pindah ke divisi lain meskipun berada di perusahaan yang sama, sebaiknya ketahuilah apa dasar pekerjaan di divisi tersebut. Cobalah untuk memahami pekerjaannya, setelah itu baru berusaha menguasainya.




Artikel "Pemanasan Global Warming"

 Pemanasan global adalah suatu isu serius yang membutuhkan aksi sesegera mungkin untuk bisa diselesaikan. Kita tidak dapat membiarkan diri untuk menunda-nunda ketika berkaitan dengan pemanasan global karena semakin lama kita menunda akan semakin besar juga efeknya untuk planet kita ini.Setiap individu diharapkan partisipasinya untuk bekerjasama saling bantu membantu dalam menghentikan pemanasan global.

Kita tidak harus menunggu pemerintah untuk turun tangan dengan mengeluarkan suatu kebijakan politik yang drastis untuk menangani isu ini. Setiap orang dari kita dapat melakukan sesuatu guna menghentikan isu ini. Kamu tidak harus melakukan sesuatu yang luar biasa karena dengan sesuatu yang kecil, dilakukan dengan kesadaran diri yang tinggi dapat membuat hasil yang besar.Menyelamatkan planet kita merupakan hal yang sangat penting untuk generasi masa depan. Dengan melakukan hal tersebut berarti kita memberikan kesempatan kepada mereka untuk bergembira dan tumbuh berkembang seperti yang kita lakukan di Bumi sekarang ini. Karena apa yang kita miliki sekarang merupakan pinjaman dari generasi sebelum kita untuk diteruskan ke generasi sesudah kita. Namun kenyataannya planet kita saat ini terancam dengan berbagai macam jenis resiko dan bahaya termasuk menipisnya lapisan ozon, polusi dan pembalakan hutan liar serta masih banyak ancaman lainnya.

Kita mungkin berpikir bahwa satu orang hanya akan memberikan dampak kecil untuk menjaga keberlangsungan planet ini namun hal itu sama sekali tidak benar. Setiap orang dari kita dapat membuat perubahan yang bermakna untuk alam ini. Tindakan kecil kita sangat dapat membantu menyelamatkan planet ini. Siapa yang tahu pohon yang indah dan kuat dapat tumbuh dari benih tunggal yang dikemudian hari dapat menyelamatkan hidupmu atau keluarga kamu ? Selagi kamu menjalankan tindakan kecil yang disertai kebaikan dan semangat nyata, ajak dan motivasi orang lain untuk melakukan hal yang sama. Gabungan dari tindakan tersebut secara pasti dapat membuat perubahan besar untuk kebaikan bersama.Ingat bahwa melakukan suatu tindakan untuk menyelamatkan planet ini, bukan berarti harus dengan pergi ke hutan hanya untuk menanam satu pohon. Kamu dapat melakukan hal yang sama dengan tepat cukup dihalaman belakang atau depan rumah kamu. Kamu akan selalu dapat melakukan sesuatu dari rumah kamu yang nyaman, mungkin itu dari go green, go clean ataupun kedua-duanya, ingat kamu juga dapat go save! Mulai dari sekarang bukan besok.

Usahakan untuk mengurangi limbah rumah tangga. Juga, pergunakan kembali, daur ulang ataupun perbaiki alat maupun tempat-tempat makanan. Bantu mengurangi akumulasi dari gas rumah kaca dengan menghindari pengeluaran emisi yang terlalu banyak, dimana manusia menghasilkan emisi ketika membakar energi fosil seperti batubara, minyak dan gas. Gunakan lampu bohlam hemat energi dan juga manfaatkan cahaya matahari sebanyak mungkin. Ketika matahari terang (pagi, siang, sore diwaktu normal tidak mendung) gunakan cahayanya untuk menerangi kamar, ruangan ataupun segala bagian dari rumahmu yang memerlukan pencahayaan, buka kordenmu, dan matikan lampu. Meskipun kita semua tahu bahwa listrik merupakan sumber energi yang sangat penting dan digunakan oleh setiap orang, tidak berarti kita perlu bergantung pada listrik secara total.Segalanya dimulai dari pengorbanan yang sangat kecil dan ini yang saya lakukan.

Selasa, 21 Oktober 2014

"3 JURNAL"

Judul
Kepemimpinan Komunikasi Dan Motivasi Dalam Organisasi
Penulis
Drs. FX. Supriyono, M.Ds
Volume dan Hal
29
Tanggal Review
15 Oktober 2014
Reviewer
    1.     Bunga  Cininthya Armina
    2.     Cindy F.
    3.     Dista Iriani
    4.     Dwi Ayu Pujiningtyas
    5.     Nurjanah

Tujuan Penelitian
Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menentukan variable yang paling dominan dalam mempengaruhi Kepemimpinan Komunikasi dan  Motivasi dalam Organisasi.
Subjek Penelitian
Penelitian dilakukan di sebuah perusahaan dalam situasi rapat Gaya kepemimpinan partisipatif ditandai dengan komunikasi dua arah dan pengambilan keputusan turut melibatkan staf/karyawan. Hal tersebut terlihat pada saat rapat untuk menetapkan kebijakan, dimana selalu melibatkan perwakilan tiap seksi untuk menghadiri rapat dan menanyakan kepada perwakilan tiap seksi mengenai masalah-masalah yang terjadi, dan didiskusikan bersama untuk mendapatkan solusi yang terbaik.
Metode peneltian
Adalah metode observasi langsung ke perusahaan yang sedang melakukan rapat.
Definisi Operasional Variabel Dependen
Variable dependen dalam penelitian ini adalah pengaruh kepemimpinan dalam suatu organisasi.

“Paul dan Blanchard (1996:276) mengemukakam, motivasi orang tergantung pada kekuatan motifnya. Motif yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kebutuhan, keinginan, dorongan atau gerak hati dalam diri individu. Smith and Cinny mengemukakan motivasi berprestasi merupakan hasil interaksi usaha, kepuasan, dan ganjaran untuk mencapai tujuan. Sedang Davis & Newstroom (2000: 88), motivasi berprestasi adalah dorongan dalam diri orang-orang untuk mengatasi segala tantangan dan hambatan untuk mencapai tujuan. Robert Glasgow dalam Davis & Newstroom (2000 :88) menyatakan bahwa orang yang memiliki motivasi berprestasi memiliki dorongan untuk berkembang dan tumbuh, serta ingin berhasil. Karakteristik pegawai yang berorientasi prestasi, mereka bekerja keras apabila mereka memandang pekerjaan akan memperoleh kebanggaan pribadi atas upaya mereka, apabila hanya terdapat sedikit resiko gagal, dan apabila mereka mendapat balikan spesifik tentang prestasi diwaktu lalu.”


Cara & Alat Mengukur Variabel Dependen

Cara mengukur alat yang digunakan untuk mengukur variable yaitu melakukan observasi dalam suatu rapat pada perusahaan.
Langkah-langkah Terapi
Langkah-langkah yang digunakan dalam proses penelitian ini adalah :
1.     Observasi dan pengamatan pada kondisi rapat pada suatu perusahaan
2.     menanyakan kepada perwakilan tiap seksi mengenai masalah-masalah yang terjadi, dan didiskusikan bersama untuk mendapatkan solusi yang terbaik
3.     mempunyai hubungan yang positif dengan motivasi kerja karena semua staf/karyawan mempunyai motivasi yang tinggi dan tidak ada karyawan yang mempunyai motivasi rendah dalam gaya kepemimpinan konsultatif.
Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil kajian pustaka dan observasi yang dilakukan dapat di simpulkan yang paling dominan adalah kepemimpinan sebagai berikut :
1. Gaya kepemimpinan yang digunakan oleh manajer adalah gaya kepemimpinan konsultatif. Namun, gaya-gaya kepemimpinan direktif, partisipatif, dan delegatif juga diterapkan dalam hal-hal dan situasi tertentu. Pada saat menerapkan peraturan kerja, atasan menerapkan gaya kepemimpinan direktif, dengan melakukan pengawasan yang ketat dan memberikan sanksi terhadap staf/karyawan yang melanggar. Selain itu, gaya kepemimpinan partisipatif diterapkan atasan pada saat rapat menetapkan kebijakan, karena atasan menganggap ide, saran dan kritik dari karyawan merupakan masukan yang sangat berarti. Gaya kepemimpinan delegatif, biasanya diterapkan atasan jika ada pekerjaan yang belum terselesaikan, dan mendelagasikannya kepada karyawan untuk bekerja lembur.
2. Tingkat motivasi kerja karyawan tergolong tinggi, yang dilihat bersedianya staf/karyawan untuk bekerja keras, bekerjasama dan bertanggung jawab. Bekerja keras terlihat dari kemauan dari karyawan dalam menerima lemburan dalam bekerja. Kerjasama yang baik antar karyawan terlihat dari saling membantu karyawan jika ada kesulitan dalam bekerja. Adanya rasa kekeluargaan yang sudah melekat membuat staf/karyawan betah bekerja disana, dan menganggap bahwa rekan kerja sudah seperti keluarga sendiri.Tepat waktunya staf/karyawan pada saat masuk jam kerja dan bersedianya staf/karyawan dalam bekerja lembur untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan merupakan ciri dari rasa tanggung jawab karyawan terhadap peraturan yang dibuat perusahaan.
3. Gaya kepemimpinan konsultatif cenderung menghasilkan motivasi kerja yang tinggi di kalangan staf/karyawan. Namun, penerapan gaya kepemimpinan direktif, partispatif, dan delegatif juga cenderung menghasilkan motivasi kerja yang tinggi. Hal ini karena disamping faktor-faktor motivasi juga dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan yang diterapkan atasan.

Kekuatan Penelitian
Kekuatan penelitian ini adalah alat yang digunakan dalam penelitian berupa observasi cukup mudah digunakan oleh subjek penelitian sehingga dalam pengambilan datanya tidak dibutuhkan waktu yang lama seperti pada metode kualitatif.

Kelemahan Penelitian
Kelemahannya dari penelitian adalah :
    1.     tidak di cantumkan tanggal penelitian
    2.     tidak di cantumkan objek penelitian




Judul
Pengembangan karir Terhadap Motivasi kerja karyawan Pada PT.Exel Utama Indonesia Karawang
Penulis
Puji Isyanto,SE.,MM, Sungkono,SE.,MM, Cynthia Desriani, SE.
Volume dan Hal
11
Tanggal Review
15 Oktober 2014
Reviewer
    1.     Bunga  Cininthya Armina
    2.     Cindy F.
     3.     Dista Iriani
    4.     Dwi Ayu Pujiningtyas
    5.     Nurjanah

Tujuan Penelitian
Tujuan utama adalah Penelitian ini menggunakan desain deskriptif verifikatif, dengan tujuan untuk mengetahui,
menganalisis, dan menjelaskan bagaimana Pengembangan Karir, motivasi kerja, dan pengaruh
Pengembangan Karir terhadap motivasi kerja karyawan di PT.Excel Utama Indonesia Karawang.
Subjek Penelitian
Penelitian dilakukan di sebuah perusahaan PT.Excel Utama Indonesia Karawang.
Metode peneltian
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini dijelaskan berdasarkan metode, tujuan,
cara pengambilan data serta berdasarkan jenis data dan model analisisnya, sebagai berikut :

1.Berdasarkan Tujuan Penelitian. Dengan terfokus pada penelitian terapan yang ditujukan untuk memecahkan masalah praktis, artinya penelitian dilakukan dengan cara
Jurnal Manajemen Vol.10 No.3 April 2013 1125
menerapkan teori yang akan dijadikan kerangka pemikiran dengan realitas dilingkungan kerja atau objek yang akan diambil
2.Berdasarkan Metode Penelitian. Desain penelitian ini merupakan penelitian survey dimana Penelitian ini dilakukan secara langsung terjun pada objek yang diteliti untuk dengan cara observasi dan kuisioner.
3.Berdasarkan Tingkat Eksplanasinya. Berdasarkan tingkat eksplanasinya penelitian ini temasuk penelitian Asosiatif.
Analisis Asosiatif yaitu Penelitian yang bertujuan untuk meneliti hubungan antara dua variabel atau lebih.
4. Berdasarkan Rancangan Jenis Data. Penelitian ini termasuk analisis data kuantitatif dilakukan jika data yang dikumpulkan hanya sedikit, berwujud kasus-kasus atau angka angka yang didapat dari hasil penelitian secara langsung dengan menghitung waktu, kemudian diolah dengan menggunakan rumus-rumus yang didapat dari sumber buku yang ada hubungannya dengan masalah-masalah yang dihadapi.
Definisi Operasional Variabel Dependen
·        Variable dependen dalam penelitian ini adalah pengaruh kepemimpinan dalam suatu organisasi.

·        Variabel penelitan adalah suatu atribut, sifat atau aspek dari orang maupun objek yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan dirarik kesimpulannya.

 Dalam penelitian ini pengembangan karir dan motivasi kerja di tentukan sebagai variable penelitian agar pengambilan dan pembahasan data terarah.
Dari permasalahan yang diteliti, terdapat dua variabel yang menjadi pokok permasalahan yang akan dianalisis dalam penelitian ini, yaitu:

·        Variabel X (indevenden variabel) variabel pengembangan karir

·        Variabel X (devenden variabel) variabel motivasi kerja

Cara & Alat Mengukur Variabel Dependen

Cara mengukur alat yang digunakan untuk mengukur variable yaitu melakukan observasi dalam suatu rapat pada perusahaan.
Langkah-langkah Terapi
Langkah-langkah yang digunakan dalam proses penelitian ini adalah :
   1.     Observasi dan pengamatan pada kondisi rapat pada suatu perusahaan
    2.     menanyakan kepada perwakilan tiap seksi mengenai masalah-masalah yang terjadi, dan didiskusikan bersama untuk mendapatkan solusi yang terbaik
    3.     mempunyai hubungan yang positif dengan motivasi kerja karena semua staf/karyawan mempunyai motivasi yang tinggi dan tidak ada karyawan yang mempunyai motivasi rendah dalam gaya kepemimpinan konsultatif.
Hasil Penelitian
Berdasarkan penjelasan tabel 4.30, dan gambar 4.11 diatas, maka didapat hasil rekapitulasi pengembangan karir dengan jumlah responden 72 dari 10 pertanyaan, menunjukkan bahwa
karyawan PT.Excel Utama Indonesia Karawang menilai Baik dengan Pendidikan formal (Score 283),
Pengalaman kerja (Score 268), Prestasi kerja (Score 280), Keterampilan kerja (Score 291),
Produktivitas kerja (Score 276), Penaikan jabatan (Score 285), Peningkatan karir (Score 288),
Pelatihan karyawan (Score 254), Jenjang karir (Score 260), dan Perencanaan kerja (Score 259). Dan
nilai yang paling kecil ada pada indicator pelatihan karyawan dengan score 254, dan ini harus
ditingkatkan. Maka dapat disimpulkan bahwa sebagian besar karyawan PT.Excel Utama Indonesia
Karawang menilai Baik terhadap pengembangan karir di PT.Excel Utama Indonesia Karawang.
Kekuatan Penelitian
Kekuatan penelitian ini adalah alat yang digunakan dalam penelitian berupa observasi cukup mudah digunakan oleh subjek penelitian sehingga dalam pengambilan datanya tidak dibutuhkan waktu yang lama.

Kelemahan Penelitian
Kelemahannya dari penelitian adalah :
     1.     tidak di cantumkan objek penelitian


  



Judul
Pengaruh Disiplin Kerja, Motivasi dan Pengembangan Karier terhadap
Kinerja Pegawai Negeri Sipil pada Pemerintah Kabupaten Tabalong
di Tanjung Kalimantan Selatan
Penulis
M. Harlie
Volume dan Hal
8
Tanggal Review
15 Oktober 2014
Reviewer
    1.     Bunga  Cininthya Armina
    2.     Cindy F.
    3.     Dista Iriani
    4.     Dwi Ayu Pujiningtyas
    5.     Nurjanah

Tujuan Penelitian
Tujuan utama adalah meningkatkan kualitas aparat pemerintah sehingga mereka dapat melakukan tugas
mereka sebaik-baiknya untuk mempercepat pencapaian tujuan. Oleh karena itu, aparat pemerintah harus memiliki
beberapa karakteristik seperti keahlian tinggi dan keterampilan, pengetahuan yang luas, bakat dan potensi
yang baik, kepribadian yang baik, motivasi, moral dan etos kerja. Untuk mencapai karakteristik tersebut,
pejabat pemerintah harus mengembangkan potensi mereka dengan berpartisipasi dalam program pendidikan
dan pelatihan yang berkaitan dengan bidang keahlian mereka. Sistem penilaian kerja yang berkaitan dengan
motivasi dan pengembangan karir bagi perwira harus disiapkan. Penelitian ini meneliti dan menganalisa peran
disiplin kerja, motivasi, dan pengembangan karir pada aparat pemerintah etos kerja di Kabupaten Tabalong,
Kalimantan Selatan

Subjek Penelitian
Penelitian dilakukan di sebuah perusahaan STIA Tabalong Kalimantan Selatan.
Metode peneltian
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini dijelaskan berdasarkan metode, tujuan,
cara pengambilan data serta berdasarkan jenis data dan model analisisnya, sebagai berikut :

·        Metode survey digunakan dan data dikumpulkan
melalui kuesioner yang ditujukan kepada Pegawai
Negeri Sipil Pemerintah kabupaten Tabalong.
Desain penelitian, 112 PNS Pemkab Tabalong
ditentukan sebagai sampel dari 1197 populasi yang
terfokus pada Kantor Bupati Tabalong. Kuesioner
disusun berdasarkan lima skala Likert, software spss
digunakan dalam penelitian ini.
Analisa ini digunakan untuk mengetahui seberapa
besar pengaruh variabel independen terhadap variabel
dependen.
Persamaan regresi linier berganda:
Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3
Di mana:
Y = variabel terikat
A = konstanta
b1 = koefisien regresi yang berhubungan dengan
variabel bebas X1
b2 = koefisien regresi yang berhubungan dengan
variabel bebas X2
b3 = koefisien regresi yang berhubungan dengan
variabel bebas X3
X1 = Disiplin kerja
X2 = Motivasi
X3 = Pengembangan karier
Dalam regresi berganda terdapat beberapa
asumsi klasik yang harus dipenuhi, agar dapat menghasilkan
estimator linier yang akurat dan mendekati
atau sama dengan kenyataan. Asumsi-asumsi dasar tersebut dikenal sebagai asumsi klasik.
Definisi Operasional Variabel Dependen
Dalam rangka pembinaan aparatur pemerintah sebagai
sumber daya manusia dalam organisasi pemerintah
mempunyai andil yang cukup besar dalam menentukan
keberhasilan pembangunan nasional, baik pembangunan
fisik, maupun non fisik. Hal ini dilandasi suatu
kenyataan bahwa aparatur pemerintah merupakan
tulang penggung Negara, sehingga tujuan pembangunan
nasional untuk mewujudkan masyarakat adil dan
makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang
Dasar 1945 banyak ditentukan oleh pelaksanaan tugas
yang dibebankan pada aparatur pemerintah.
Oleh sebab itu aparatur pemerintah haruslah
memiliki karakteristik antara lain: ketrampilan dan
keahlian yang tinggi, wawasan dan pengetahuan yang
luas, bakat dan potensi, kepribadian dan motif kerja,
serta moral dan etos kerja yang tinggi.
Cara & Alat Mengukur Variabel Dependen

Cara mengukur alat yang digunakan untuk mengukur variable yaitu melakukan observasi dalam suatu rapat pada perusahaan.
Langkah-langkah Terapi
Langkah-langkah yang digunakan dalam proses penelitian ini adalah :
   1.     Observasi dan pengamatan pada kondisi rapat pada suatu perusahaan
    2.     menanyakan kepada perwakilan tiap seksi mengenai masalah-masalah yang terjadi, dan didiskusikan bersama untuk mendapatkan solusi yang terbaik
   3.     mempunyai hubungan yang positif dengan motivasi kerja karena semua staf/karyawan mempunyai motivasi yang tinggi dan tidak ada karyawan yang mempunyai motivasi rendah dalam gaya kepemimpinan konsultatif.

Hasil Penelitian

Oleh sebab itu dengan adanya peranan aparatur
pemerintah yang strategis tersebut, maka upaya
pengembangan aparatur baik di tingkat pusat maupun
tingkat di daerah.
Disiplin kerja pada hakekatnya adalah menumbuhkan
kesadaran bagi para pekerjanya untuk melakukan
tugas yang telah dibebankan, di mana pembentukannya
tidak timbul dengan sendirinya, melainkan
harus dibentuk melalui pendidikan formal maupun non
formal, serta motivasi yang ada pada setiap karyawan
harus dikembangkan dengan baik. Dengan demikian
semakin tingginya disiplin kerja setiap karyawan yang
didukung oleh keahlian, upah, atau gaji yang layak,
maka akan mempengaruhi aktivitas-aktivitas dari
instansi itu sendiri. Motivasi merupakan salah satu
usaha untuk meningkatkan kinerja pegawai. Motivasi
dan kinerja adalah dua elemen yang konstruktif dan
korelatif. Keduanya saling mensyaratkan dan tidak
bisa dilepaskan dengan yang lain. Prestasi kerja pegawai
akan rendah apabila tidak mempunyai motivasi
untuk melaksanakan pekerjaan itu. Sebaliknya kalau
pegawai tersebut mempunyai motivasi yang tinggi
untuk melaksanakan pekerjaan tersebut maka pada
umumnya tingkat kinerja pegawai akan tinggi.
Untuk itulah agar setiap pegawai dapat meningkatkan
kariernya, maka pegawai tersebut harus berusaha
keras mengelola diri, bukan pasrah kepada
nasib dan bukan juga bermain dengan kolusi dan nepotisme.
Agar dalam usaha tersebut tidak sia-sia, berjalan
dalam rel yang sebenarnya, maka karier harus
direncanakan.
Dengan adanya perencanaan karier yang baik
dalam rangka mengembangkan karier diri, maka
seseorang akan dapat membuat taktik, apa yang harus
dilakukan untuk meraih jenjang tertentu. Pengembangan
karier mempunyai berbagai manfaat karier
jangka panjang yang membantu pegawai untuk tanggung
jawab lebih besar di waktu yang akan datang.
Para pegawai harus dilatih dan dikembangkan di
bidang tertentu untuk mengurangi dan menghilangkan
kebiasaan kerja yang jelek atau untuk mempelajari
ketrampilan baru yang akan meningkatkan kinerja
mereka.
Kekuatan Penelitian
Kekuatan penelitian ini adalah alat yang digunakan dalam penelitian berupa observasi cukup mudah digunakan oleh subjek penelitian sehingga dalam pengambilan datanya tidak dibutuhkan waktu yang lama.

Kelemahan Penelitian
Kelemahannya dari penelitian adalah :
     1.     tidak di cantumkan objek penelitian